Negara G20 Akan Mulai Harmonisasi Standar Protokol Kesehatan Global

Liputan6.com, Yogyakarta Pada pertemuan 1st G20 Overall health Doing the job Team (HWG) 2022 disepakati tahap awal kebijakan harmonisasi  standar protokol kesehatan international akan diberlakukan bagi negara G20. Sebut saja, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Tiongkok, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Prancis, Turki, dan Uni Eropa.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan penerapan standar protokol kesehatan diberlakukan dulu di negara G20. Bahwa negara G20 termasuk negara-negara berpenghasilan ekonomi paling besar.

“(Anggota) G20 adalah negara-negara yang ekonominya paling besar. Jadi, dampaknya paling besar dan orangnya (populasi) juga banyak,” ungkap Budi Gunadi saat Push Meeting: The First G20 Overall health Performing Team (HWG) 2022 di Yogyakarta pada Senin, 28 Maret 2022.

“Dengan kita bisa memulai ini (standar protokol kesehatan world-wide) di G20, nanti akan memudahkan adopsi dari standar health protocol (protokol kesehatan) ke negara-negara lainnya.”

Penyetaraan standar protokol kesehatan world wide dibutuhkan untuk memudahkan perjalanan lintas negara, terutama di masa pandemi COVID-19. Kemudahan ini mencakup pemenuhan persyaratan dan hasil pengujian tes PCR, sertifikat vaksinasi serta dukungan aplikasi digital kesehatan masing-masing negara.

“Standar protokol kesehatan akan memberikan fleksibilitas yang cukup untuk masing-masing negara memberikan necessity (persyaratan). Yang penting prosedurnya sudah jelas,” jelas Budi Gunadi.

“Mau masuk ke negara lain, orang pasti akan dicek sudah vaksinasi atau enggak. Kalau dia mau lihat syarat vaksin bisa lihat di internet site (situs) negara yang dituju. Masing-masing negara beda-beda.”

https://www.youtube.com/observe?v=KHuVarHjvF4

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikabarkan akan datang ke Indonesia untuk menghadiri KTT G20 pada akhir 2022 nanti. Kabar ini diutarakan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva.

Previous post Conditioning star Kayla Itsines reveals stressing signals of endometriosis
Next post How to Read a Diet Information Label